Facebook memancing kontroversi dalam Gereja Katolik

facebookPenggunaan situs jejaring sosial ternyata tidak hanya menimbulkan pro kontra di kalangan dunia usaha yang mencemaskan karyawan terhambat unjukkerjanya. Di dalam Gereja Katolik ternyata juga timbul kontroversi. Pronya, Ternyata Paus sudah mulai merambah Youtube dengan mempunyai saluran resmi di Youtube, sebuah situs media yang anggotanya bisa mengunggah dan menayangkan video.

Paus juga mengungkapkan, situs jejaring sosial seperti Facebook danMySpace sah-sah saja digunakan, karena dapat membina persahabatan dan pengertian sekaligus Paus juga mengingatkan penggunaan yang berlebihan dapat menjadikan umat terisolasi dan meminggirkan umat yang lain.

Seakan ini menjawab pendapat Konferensi Uskup Italia yang sebelumnya menganggap jejaring sosial semacam facebook menjadi situs yang meningkatkan individualisme dan egosentris.

Paus sebagai kepala umat katolik sedunia mulai menggunakan internet secara resmi untuk melakukan pewartaan iman, pada Minggu, 8 Januari 2009. “Kami akan menyebarkan ajaran Katolik ke seluruh dunia melalui internet, melalui kerja sama dengan Google,” jelas juru bicara Vatikan.

Kehadiran jejaring sosial dianggap sebagai ‘hadiah’ dari teknologi, yang menjadikan komunikasi sebagai kebutuhan mendasar yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan umat manusia. Paus mengingatkan pengembang jejaring sosial untuk tidak menyinggung harkat dan martabat manusia.
Seperti yang diberitakan Associated Press (AP), Sabtu (24/1/2009), Paus juga menghimbau untuk semua pengguna internet agar mengirimkan pesan yang mengkampanyekan hari Jumat sebagai Hari Berkomunikasi sedunia.
Sebelumnya Gereja Katolik juga telah memperkenalkannya iBreviary, sebuah aplikasi doa pada iPhone yang berisi doa-doa brevir. “Di samping versi cetak, suara Ketuhanan juga harus disampaikan melalui radio, saluran Internet, CD, DVD, iPod, di televisi maupun di layar bioskop,” demikian menurut pernyataan resmi Gereja Katolik dikutip dari situs CNET.
Kontroversi
Keterbukaan Paus ini juga sebagai bantahan atas adanya keinginan Konferensi Uskup Italia (CEI) yang menyerukan agar Facebook diblokir. Para pemimpin gereja Katolik Italia menilai Facebook bukanlah situs jejaring sosial, tapi situs jejaring individu karena Facebook akan mengarahkan seseorang untuk bersikap mementingkan dirinya sendiri, demikian dikutip dari The Inquirer.
  • Share/Bookmark

If you enjoyed this post, please consider to leave a comment or subscribe to the feed and get future articles delivered to your feed reader.

Comments

No comments yet.

Leave a comment

(required)

(required)