<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Indonesia Goes New Media</title>
	<atom:link href="http://www.newmedia.web.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.newmedia.web.id</link>
	<description>The New Media [R]Evolution in Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sun, 29 Nov 2009 01:16:41 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Potensi Keunggulan Aplikasi Web 2.0</title>
		<link>http://www.newmedia.web.id/2009/11/potensi-keunggulan-aplikasi-web-2-0/</link>
		<comments>http://www.newmedia.web.id/2009/11/potensi-keunggulan-aplikasi-web-2-0/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 01:16:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[aplikasi internet]]></category>
		<category><![CDATA[new media]]></category>
		<category><![CDATA[web 2.0]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.newmedia.web.id/?p=140</guid>
		<description><![CDATA[Berbagai macam bisnis dengan memanfaatkan teknologi Web 2.0 saat ini semakin berkembang. Meskipun tidak sedikit yang mengatakan bisnis aplikasi Web 2.0 masih belum kelihatan keuntungannya. BusinessWeek dalam suatu artikelnya tentang &#8220;The My Space Generation&#8221; mengatakan bisnis jejaring sosial semacam MySpace atau Facebook tidak terlihat memiliki model bisnis [1].

Terbitan BusinessWeek 2 Juni 2008 mengulas sekali lagi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.newmedia.web.id/wp-content/uploads/2008/07/web2ball.gif" alt="web2ball" title="web2ball" width="100" height="100" class="alignleft size-full wp-image-10" />Berbagai macam bisnis dengan memanfaatkan teknologi Web 2.0 saat ini semakin berkembang. Meskipun tidak sedikit yang mengatakan bisnis aplikasi Web 2.0 masih belum kelihatan keuntungannya. BusinessWeek dalam suatu artikelnya tentang &#8220;The My Space Generation&#8221; mengatakan bisnis jejaring sosial semacam MySpace atau Facebook tidak terlihat memiliki model bisnis [1].<br />
<span id="more-140"></span><br />
Terbitan BusinessWeek 2 Juni 2008 mengulas sekali lagi tentang blog dan Web 2.0. Dalam terbitan itu BusinessWeek &#8220;mengoreksi&#8221; artikel utama terbitan 2005 yang berjudul &#8220;Blog Mengubah Bisnis Anda&#8221; menjadi &#8220;Media Sosial Mengubah Bisnis Anda&#8221;. Hal ini merupakan penegasan dari redaksi BusinessWeek tentang betapa besarnya pengaruh Web 2.0 atau yang mereka sebut &#8220;Media Sosial&#8221; dalam dunia bisnis.</p>
<p>Model bisnis aplikasi Web 2.0 kini semakin diakui, mulai dari bentuk blog, jejaring sosial,  konten multimedia berbasis kiriman pengguna, hingga media berbasis citizen journalism. Model bisnis Web 2.0 dengan bantuan teknologi internet bisa dimulai dari modal awal yang kecil, banyak contoh bahkan sebagian besar yang mengawali bisnis ini dari perorangan atau beberapa orang yang sekarang bernilai jutaan dollar, misalnya Facebook, Google, dan YouTube. Banyak pula perusahaan besar, utamanya perusahaan media cetak konvensional, mengubah model bisnisnya menjadi media online, kemudian mengubahnya lagi menggunakan aplikasi Web 2.0 atau disebut media baru. </p>
<p>Modal awal yang kecil dan teknologi dengan standar yang terbuka membuat halangan untuk masuk ke bisnis yang sama menjadi rendah. Hal ini berarti persaingan semakin ketat. Meski terlihat banyak yang meraih sukses, namun tidak sedikit yang gagal. Untuk itu perlu model bisnis yang tepat dan kemampuan untuk mengembangkan model bisnis mengikuti perkembangan yang ada sangat penting.<br />
Untuk melakukan analisis model bisnis aplikasi Web 2.0 maka perlu mengingat kembali potensi kekuatan dan keunggulan teknologi yang dipakai oleh aplikasi Web 2.0. </p>
<p>Model bisnis terutama dipakai untuk menjawab bagaimana suatu bisnis memperoleh pemasukan. Model ini juga menampakkan bagaimana interaksi perusahaan dengan mitra bisnis dan pelanggan. Model bisnis aplikasi Web 2.0 akan memperlihatkan interaksi yang semakin aktif dari ketiganya. Pelanggan atau pengguna tidak hanya pihak yang pasif tetapi bahkan meningkat menjadi mitra yang juga dimampukan turut memproduksi konten dan saling berinteraksi serta bekerjasama dengan pengguna lain. Interaksi yang semakin aktif antarpihak ini menjadi salahsatu kekuatan Web 2.0 sehingga perlu model bisnis dan strategi khusus untuk mengoptimalkan potensi semua pihak yang sebelumnya belum terpikirkan.</p>
<p>Kita perlu melihat keunggulan Web 2.0 yang potensial menghasilkan pemasukan bagi perusahaan sebelum melihat berbagai model bisnis yang diterapkan oleh berbagai perusahaan. </p>
<p>[1] Jessi Hempel, The My Space Generation, BusinessWeek, 12 Desember 2005, <a href="http://www.businessweek.com/magazine/content/05_50/b3963001.htm">http://www.businessweek.com/magazine/content/05_50/b3963001.htm</a> diakses pada 11 Juni 2008.</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.newmedia.web.id%2F2009%2F11%2Fpotensi-keunggulan-aplikasi-web-2-0%2F&amp;linkname=Potensi%20Keunggulan%20Aplikasi%20Web%202.0"><img src="http://www.newmedia.web.id/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.newmedia.web.id/2009/11/potensi-keunggulan-aplikasi-web-2-0/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pesta Blogger 2009: Inspirasi dan Motivasi</title>
		<link>http://www.newmedia.web.id/2009/10/pesta-blogger-2009-inspirasi-dan-motivasi/</link>
		<comments>http://www.newmedia.web.id/2009/10/pesta-blogger-2009-inspirasi-dan-motivasi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Oct 2009 16:38:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[new media event]]></category>
		<category><![CDATA[blogger]]></category>
		<category><![CDATA[pb2009]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.newmedia.web.id/?p=137</guid>
		<description><![CDATA[
Tahun ini 2009, pertama kali ikut pagelaran Pesta Blogger 2009 dan termotivasi untuk menulis. Bukan kebetulan pula hari ini adalah Hari Blogger Indonesia. Layak untuk dirayakan dengan menulis di sini. Karena dengan menulis berarti berbagi, dengan berbagi semakin banyak kita mendapatkan manfaat.
Pesta Blogger 2009, terselenggara pada hari Sabtu, 24 Oktober 2009 di Smesco Building, Jl. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="float: left; margin-right: 5px; margin-bottom: 5px;"><img class="alignleft size-full wp-image-117" style="margin: 5px;" title="tifsembiringdipb2009" src="http://www.pruwanto.com/wp-content/uploads/2009/10/tifsembiringdipb20092.jpg" alt="tifsembiringdipb2009" width="300" height="225" /></div>
<p>Tahun ini 2009, pertama kali ikut pagelaran Pesta Blogger 2009 dan termotivasi untuk menulis. Bukan kebetulan pula hari ini adalah Hari Blogger Indonesia. Layak untuk dirayakan dengan menulis di sini. Karena dengan menulis berarti berbagi, dengan berbagi semakin banyak kita mendapatkan manfaat.</p>
<p>Pesta Blogger 2009, terselenggara pada hari Sabtu, 24 Oktober 2009 di Smesco Building, Jl. Gatot Subroto, Jakarta. Hadir tak kurang dari 1200an blogger maupun peminat media sosial. Acara awal sambutan-sambutan dan diskusi yang menghadirkan perwakilan-perwakilan blogger dari beberapa kota. Mereka bercerita bagaimana komunitas blogger berawal, tumbuh bersama, dan berkumpul serta beraktifitas. Fenomena ini menarik, blogger di Indonesia benar-benar mampu berbagi waktu, bukan sekedar info, pengetahuan, pengalaman, atau pemikiran. Jarang sekali ini ditemukan di luar negeri. Bukan bermaksud bersombong, tapi justru nilai ini yang patut ditingkatkan.<br />
<span id="more-137"></span><br />
Sambutan dan pembukaan Pesta Blogger 2009 yang bertema <em>&#8220;One Nation, One Spirit&#8221;</em> ini secara resmi oleh Menkominfo baru, <a href="http://twitter.com/tifsembiring">Bp Tifakul Sembiring</a> yang mengaku juga seorang blogger (hmm situsnya apa yah? mungkin maksud beliau adalah microblogger via <a href="http://twitter.com">twitter</a> @tifsembiring) Beliau memaparkan akan menjadikan rakyat indonesia berbasis pengetahuan dan informasi. Singkat namun sangat menarik, tinggal kita lihat saja aksinya nanti&#8230;</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-120" style="margin: 5px;" title="membatikdipb2009" src="http://www.pruwanto.com/wp-content/uploads/2009/10/membatikdipb2009.jpg" alt="membatikdipb2009" width="400" height="300" />Setelah itu diadakan sesi-sesi kecil di ruang itu juga (hmm keganggu tuh suaranya, karena dalam satu ruangan besar hanya disekat dengan kain pembatas untuk tiap kelasnya). Ada Aktivisme Online, Etika Ngeblog, dan Blogpreneur yang saya ikuti dipandu Pak Nukman, didukung oleh <a href="http://fashionesedaily.com">fashionesedaily</a>, <a href="http://www.roniyuzirman.com/">Pak rony</a>, dan Brian. Di luar ruang besar ada juga stand-stand yang didominasi oleh sponsor dan booth terkait pesta blogger dan ngeblog, ada demo membatik juga, logo pesta blogger memang mengikuti pola batik.</p>
<p>Dari pesta blogger 2009 ini ada banyak nilai yang bisa aku ambil. Diantaranya:<br />
- banyak blogger di Indonesia dan nampaknya akan semakin banyak, banyak orang yang suka berbagi&#8230;<br />
- banyak ide dan masih sangat terbuka peluang untuk berbisnis melalui media sosial secara umum atau didukung blog khususnya.<br />
- facebook adalah jejaring pertemanan -&gt; jangan jualan di fb, menulis yang santun; twitter adalah jejaring informasi -&gt; bisa nulis apa saja, jualan apa saja, paling klo ada yg gak suka tinggal diunfollow <img src='http://www.newmedia.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  demikian dari pak nukman.</p>
<p>ada yg ikut juga? dapat apa?</p>
<p>[juga ditulis untuk <a href="http://www.pruwanto.com" target="_blank">pruwanto.com</a>]</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.newmedia.web.id%2F2009%2F10%2Fpesta-blogger-2009-inspirasi-dan-motivasi%2F&amp;linkname=Pesta%20Blogger%202009%3A%20Inspirasi%20dan%20Motivasi"><img src="http://www.newmedia.web.id/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.newmedia.web.id/2009/10/pesta-blogger-2009-inspirasi-dan-motivasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Model Bisnis Media Sosial, Sebuah Pengantar</title>
		<link>http://www.newmedia.web.id/2009/10/model-bisnis-media-sosial-sebuah-pengantar/</link>
		<comments>http://www.newmedia.web.id/2009/10/model-bisnis-media-sosial-sebuah-pengantar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Oct 2009 22:09:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[business model]]></category>
		<category><![CDATA[new media]]></category>
		<category><![CDATA[web 2.0]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.newmedia.web.id/?p=132</guid>
		<description><![CDATA[
Mau mencoba memulai suatu bisnis di bidang media sosial? Atau mau mulai mempelajarinya untuk mengembangkan bisnis inti kita? Maka baik kalau dimulai dari mengerti tentang model bisnis. Sebuah pertanyaan sederhana yang harus kita pikirkan jawabannya ketika akan mengembangkan bisnis menggunakan media sosial (bisnis yah.. bukan sekedar pengisi waktu luang;):
&#8220;Gimana nanti dapat keuntungannya?&#8221;
Selanjutnya
&#8220;Dari mana saja pemasukannya?&#8221; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.newmedia.web.id/wp-content/uploads/2009/10/growing_graph.jpg" alt="growing_graph" title="growing_graph" width="300" height="231" class="alignleft size-full wp-image-135" /></p>
<blockquote><p>Mau mencoba memulai suatu bisnis di bidang media sosial? Atau mau mulai mempelajarinya untuk mengembangkan bisnis inti kita? Maka baik kalau dimulai dari mengerti tentang model bisnis. Sebuah pertanyaan sederhana yang harus kita pikirkan jawabannya ketika akan mengembangkan bisnis menggunakan media sosial (bisnis yah.. bukan sekedar pengisi waktu luang;):<br />
&#8220;Gimana nanti dapat keuntungannya?&#8221;<br />
Selanjutnya<br />
&#8220;Dari mana saja pemasukannya?&#8221; </p></blockquote>
<p>Sebelum menjawab pertanyaaan-pertanyaan lain standar suatu perancangan bisnis, seputar bagaimana operasionalnya dan bagaimana alur finansial mulai banyaknya modal, pengeluaran-pengeluaran operasional, dan tentu balik modalnya.<br />
<span id="more-132"></span><br />
Istilah Business model atau model bisnis banyak disebut ketika banyak sekali berkembang bisnis melalui internet. Menurut Magretta (2002), model bisnis adalah sebuah deskripsi tentang bagaimana cara kerja suatu perusahaan. Sebuah model bisnis yang bagus mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan lama Peter Drucker terkait perusahaan tentang siapa pelanggannya? Apa yang menarik bagi pelanggan? Model bisnis juga menjawab pertanyaan fundamental setiap pengelola perusahaan: Bagaimana kita memperoleh uang dari bisnis ini? Pertimbangan ekonomi apa untuk dapat mengirimkan keinginan pelanggan dengan biaya yang layak? Bisnis model yang menurutnya bagus adalah berawal dari motivasi manusia dan berakhir dengan deskripsi tentang bagaimana memperoleh laba besar [1].</p>
<p>Model bisnis, adalah benar-benar suatu model, suatu gambaran abstrak tentang bisnis yang dideskripsikan. Deskripsi itu mengenai aktifitas yang berhubungan dengan produksi barang atau jasa seperti misalnya proses perancangan, pencarian materi, pembangunan, dan selanjutnya. Aktifitas selanjutnya adalah tentang hal-hal yang terkait penjualan produk tersebut: pencarian pelanggan, metode transaksi suatu penjualan, distribusi produk atau penyampaian jasa.</p>
<p>Sebagai model suatu bisnis, maka hal itu tidak bisa disamakan dengan strategi. Model bisnis lebih menjelaskan tentang bagaimana kerja suatu sistem dalam perusahaan dan bagaimana semua aktifitas bisa saling bekerjasama. Strategi lebih ke bagaimana sistem atau perusahaan tersebut menghadapi persaingan. Strategi juga digunakan untuk mencari jalan terbaik ketika terjadi perubahan situasi atau perkembangan teknologi sehingga perusahaan dapat menjadi yang terbaik atau setidaknya bertahan hidup. Dalam beberapa tulisan, makna model bisnis dan strategi saling dipertukarkan, namun ada beberapa tulisan pula yang memperdebatkan mana yang lebih penting antara keduanya.</p>
<p>Beberapa peneliti di bidang strategi dan model bisnis sepakat keduanya berbeda dan penting, seperti diungkapkan oleh George S Yip (2004) bahwa perbedaan antara &#8220;model bisnis&#8221; dan &#8220;strategi&#8221; lebih dari sekadar perbedaan kata tetapi juga konsep yang berbeda. Manajer [suatu perusahaan] perlu memisahkan konsep ini dan berpikir secara berbeda dalam mengaplikasikannya [2].</p>
<p>Menurut seorang penulis, pembicara, dan konsultan inovasi model bisnis, Alexander Osterwalder (2005), model bisnis adalah sebuah perangkat konseptual yang berisi himpunan dari beberapa elemen yang berhubungan dan menampakkan logika sebuah bisnis pada suatu usaha. Model bisnis menunjukkan bagaimana nilai tambah sebuah perusahaan ditawarkan kepada satu atau beberapa segmen pelanggan dan merupakan arsitektur perusahaan serta mitra-mitranya untuk membuat, memasarkan, dan mengirimkan barang atau jasa tersebut yang menimbulkan keuntungan dan aliran pendapatan yang berkelanjutan [3]. Gambar 3.1 merupakan pemikiran Osterwalder tentang elemen-elemen model bisnis. </p>
<p><img src="http://www.newmedia.web.id/wp-content/uploads/2009/10/Business_model_components.png" alt="Business_model_components" title="Business_model_components" width="417" height="129" class="alignnone size-full wp-image-133" /><br />
Gambar 1 Elemen-elemen Model Bisnis menurut Ostewalder [3]</p>
<p>Penjabaran yang komprehensif disertai studi kasus yang banyak menjelaskan model bisnis disertai kerangka untuk memperjelas langkah-langkah pembuatan suatu model bisnis banyak diterangkan oleh Henry Chesbrough dan Richard S. Rosenbloom dari Harvard Business School [20]. Secara singkat, mereka menggambarkan model bisnis adalah jembatan antara inovasi teknologi dengan nilai ekonomisnya seperti pada gambar 3.2. Model bisnis harus dapat menjelaskan langkah-langkah yang akan dilakukan agar perusahaan dapat memperoleh keuntungan dari suatu inovasi teknologi.</p>
<p><img src="http://www.newmedia.web.id/wp-content/uploads/2009/10/businessmodel.jpg" alt="businessmodel" title="businessmodel" width="557" height="290" class="alignnone size-full wp-image-134" /><br />
Gambar 2. Model Bisnis: Jembatan antara teknologi dengan nilai ekonomisnya [4]</p>
<p>Chesbrough dan Rosenbloom (2002) dalam riset mereka menemukan suatu pola yang menjelaskan fungsi dari model bisnis yang dapat dijadikan juga sebagai acuan kerangka kerja pembuatan model bisnis, yaitu [4]:<br />
1.	Langkah pertama adalah membuat pernyataan yang jelas mengenai value proposition, keunggulan barang/jasa yang ditawarkan untuk pengguna berdasarkan teknologi baru tersebut.<br />
2.	Mengindentifikasi segmen pasar, yaitu pengguna yang akan memakai teknologi tersebut.<br />
3.	Mendefinisikan struktur rantai nilai dalam perusahaan yang dibutuhkan untuk membuat keunggulan yang ditawarkan tersebut.<br />
4.	Memperkirakan struktur biaya dan keuntungan potensial yang didapat dari produksi teknologi tersebut berdasarkan keunggulan yang ditawarkan dan struktur rantai nilai.<br />
5.	Memaparkan posisi perusahaan dalam jejaring yang menghubungkan pihak penyedia dengan pelanggan, termasuk identifikasi potensi barang/jasa pengganti dan pesaing.<br />
6.	Merumuskan strategi untuk bersaing melalui inovasi yang ada untuk mendapatkan keuntungan dan kelebihan dari pesaing.</p>
<p>Langkah-langkah tersebut perlu diikuti langkah per langkah berurutan untuk memperjelas kebutuhan finansial dan membuat model yang memunculkan potensi keunggulan inovasi teknologi dalam upaya menghasilkan keuntungan secara berkelanjutan.</p>
<p>[1] Magretta, Joan, Why Business Models Matter, Harvard Business Review, May 2002</p>
<p>[2] George S Yip, Using Strategy to Change Your Business Model, Business Strategy Review, Vol 15/2, 2004</p>
<p>[3] Alexander Osterwalder, What is a businesess model”, http://business-model-design.blogspot.com/2005/11/what-is-business-model.html, 5 November 2005 diakses pada 11 Juni 2008.</p>
<p>[4] Henry Chesbrough dan Richard S. Rosenbloo: Harvard Business School, The Role of the Business Model in Capturing Value from Innovation: Evidence from Xerox Corporation’s Technology Spinoff Companies, Industrial and Corporate Change Journal, Volume 11, Number 3, pp. 529-555, 2002, Oxford University Press.</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.newmedia.web.id%2F2009%2F10%2Fmodel-bisnis-media-sosial-sebuah-pengantar%2F&amp;linkname=Model%20Bisnis%20Media%20Sosial%2C%20Sebuah%20Pengantar"><img src="http://www.newmedia.web.id/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.newmedia.web.id/2009/10/model-bisnis-media-sosial-sebuah-pengantar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Blogger: Profesi Baru dengan Penghasilan Menjanjikan</title>
		<link>http://www.newmedia.web.id/2009/10/blogger-profesi-baru-dengan-penghasilan-menjanjikan/</link>
		<comments>http://www.newmedia.web.id/2009/10/blogger-profesi-baru-dengan-penghasilan-menjanjikan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Oct 2009 07:33:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[new media]]></category>
		<category><![CDATA[blogger]]></category>
		<category><![CDATA[web 2.0]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.newmedia.web.id/?p=127</guid>
		<description><![CDATA[
Blog dan berbagai sosial media mulai dilirik dunia usaha. Perusahaan besar mulai semakin antusias melengkapi situsnya dengan blog, menjalin jaringan dengan twitter, facebook fan, dan menambah fitur untuk memudahkan siapapun berinteraksi dengan perusahaan tersebut dengan umpan balik, komentar, forum, dan rss.
Maka, semakin banyaklah dibutuhkan profesi yang menangani media sosial ini. Sebuah artikel berjudul &#8220;Newest Professions, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-128" title="people2" src="http://www.newmedia.web.id/wp-content/uploads/2009/10/people2.jpg" alt="people2" width="300" height="215" /></p>
<blockquote><p>Blog dan berbagai sosial media mulai dilirik dunia usaha. Perusahaan besar mulai semakin antusias melengkapi situsnya dengan blog, menjalin jaringan dengan twitter, facebook fan, dan menambah fitur untuk memudahkan siapapun berinteraksi dengan perusahaan tersebut dengan umpan balik, komentar, forum, dan rss.</p></blockquote>
<p>Maka, semakin banyaklah dibutuhkan profesi yang menangani media sosial ini. Sebuah artikel berjudul <a href="http://hotjobs.yahoo.com/career-articles-newest_professions_growing_salaries-992">&#8220;Newest Professions, Growing Salaries&#8221;</a> membahas berbagai profesi baru dengan gaji yang semakin membengkak. Salahsatunya ternyata adalah profesi blogger dan manajer media sosial.<span id="more-127"></span></p>
<p>Berikut nukilan sebuah artikel di yahoo baru-baru ini: [1]<br />
<em>Social media is a specialty field of public relations that uses the growing social networking technologies, including RSS, Twitter, Facebook, and blogs. A few years ago, social media duties were performed by marketing managers or communications directors. Now there is a social media career track.</p>
<p>An entry-level company blogger can earn less than $20 per hour (and many blogging jobs are part-time). A director of social media, the top of the social media chain, can pull in $70,000 or more. In the middle, a social media manager, can expect to earn around $50,000. A bachelor&#8217;s degree is usually required, and job seekers should possess strong writing abilities and a keen understanding of online marketing, public relations, and new media.</em></p>
<p>Mau berprofesi sebagai blogger atau manajer media sosial? Di Indonesia mungkin masih sangat jarang kita dengar, tapi melihat perkembangan pengguna internet di Indonesia, makin maraknya facebook dan twitter, munculnya kepedulian dunia usaha menjaring dan berinteraksi dengan konsumen melalui media sosial, bukan tak mungkin profesi ini akan semakin banyak dicari.</p>
<p>ref:<br />
[1] http://hotjobs.yahoo.com/career-articles-newest_professions_growing_salaries-992</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.newmedia.web.id%2F2009%2F10%2Fblogger-profesi-baru-dengan-penghasilan-menjanjikan%2F&amp;linkname=Blogger%3A%20Profesi%20Baru%20dengan%20Penghasilan%20Menjanjikan"><img src="http://www.newmedia.web.id/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.newmedia.web.id/2009/10/blogger-profesi-baru-dengan-penghasilan-menjanjikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Joko Anwar, Twitter, dan Circle K</title>
		<link>http://www.newmedia.web.id/2009/09/joko-anwar-twitter-dan-circle-k/</link>
		<comments>http://www.newmedia.web.id/2009/09/joko-anwar-twitter-dan-circle-k/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Sep 2009 22:37:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.newmedia.web.id/?p=123</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;A promise is a promise, Mr. Politicians! .  &#8221;, demikian ucap Joko Anwar, sutradara dan penulis film-film macam Janji Joni dan Pintu Terlarang, setelah menepati janjinya&#8230; Apa janjinya? Janji itu bermula di twitternya, &#8220;If I got my 3000th follower today, I&#8217;ll go into a Circle K naked.&#8221;
Dan terjadilah.. begitu hebatnya twitter?? Tak perlu waktu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-124" title="CircleK_jokoanwar" src="http://www.newmedia.web.id/wp-content/uploads/2009/09/CircleK_jokoanwar.jpg" alt="CircleK_jokoanwar" width="403" height="272" />&#8220;A promise is a promise, Mr. Politicians! . <img src='http://www.newmedia.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> &#8221;, demikian ucap Joko Anwar, sutradara dan penulis film-film macam Janji Joni dan Pintu Terlarang, setelah menepati janjinya&#8230; Apa janjinya? Janji itu bermula di twitternya, &#8220;If I got my 3000th follower today, I&#8217;ll go into a Circle K naked.&#8221;</p>
<p>Dan terjadilah.. begitu hebatnya twitter?? Tak perlu waktu satu jam setelah pk 14.00, selasa 22 september 2009 saat janji itu tertulis, followernya sudah menembus 3000 orang!</p>
<p><span id="more-123"></span>Bahkan kini 5.28 (23//9/2009) followernya sudah menjadi 16.623.<br />
Kini saatnya para marketer lebih melirik twitter, kekuatan pengaruhnya bisa menjadi alat viral marketer.</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.newmedia.web.id%2F2009%2F09%2Fjoko-anwar-twitter-dan-circle-k%2F&amp;linkname=Joko%20Anwar%2C%20Twitter%2C%20dan%20Circle%20K"><img src="http://www.newmedia.web.id/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.newmedia.web.id/2009/09/joko-anwar-twitter-dan-circle-k/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hati-hati Hacker [Selalu] Mengintai Kelemahan Situs Anda</title>
		<link>http://www.newmedia.web.id/2009/09/hati-hati-hacker-selalu-mengintai-kelemahan-situs-anda/</link>
		<comments>http://www.newmedia.web.id/2009/09/hati-hati-hacker-selalu-mengintai-kelemahan-situs-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Sep 2009 05:24:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[aplikasi internet]]></category>
		<category><![CDATA[hosting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.newmedia.web.id/?p=115</guid>
		<description><![CDATA[
Sebagai penerbit suatu situs, hal yang sangat penting dan menentukan (selain konten yang kita buat) adalah pemilihan infrastruktur, salahsatunya adalah tempat hosting.
Jangan sampai situs yang sudah kita buat dengan susah payah, musnah atau minimal rusak. Jangan sampai pengunjung yang sudah menyempatkan waktunya ke situs kita kecewa dan segan untuk berkunjung lagi. Itu semua jika hosting [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-119" title="dh_hacked2" src="http://www.newmedia.web.id/wp-content/uploads/2009/09/dh_hacked21.jpg" alt="dh_hacked2" width="525" height="384" /></p>
<p>Sebagai penerbit suatu situs, hal yang sangat penting dan menentukan (selain konten yang kita buat) adalah pemilihan infrastruktur, salahsatunya adalah tempat hosting.</p>
<p>Jangan sampai situs yang sudah kita buat dengan susah payah, musnah atau minimal rusak. Jangan sampai pengunjung yang sudah menyempatkan waktunya ke situs kita kecewa dan segan untuk berkunjung lagi. Itu semua jika hosting Anda menjadi sasaran hacker.</p>
<p>Bagaimana penanganannya?</p>
<p>Penanganan ini tergantung dimana situs anda dihack. apakah karena software anda yang jarang anda update, atau karena kernel/aplikasi yang digunakan pengelola hosting yang memiliki lubang keamanan. Jika di situs utamanya saja juga di-hack, sudah hampir pasti karena lubang keamanan di pengelola hosting, maka:</p>
<ul>
<li>Segera kontak pengelolanya dengan semua jalur yang disediakan.</li>
<li>Coba masuk ke control panel, selamatkan yang bisa apalagi jika anda tak punya backup.</li>
</ul>
<p><span id="more-115"></span></p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-121" title="dh_hacked" src="http://www.newmedia.web.id/wp-content/uploads/2009/09/dh_hacked1.jpg" alt="dh_hacked" width="544" height="294" />Jika situs utama pengelola hosting tidak kena hack, coba periksa secara random situs2 yang lain yang juga di hosting di tempat yang sama. Jika mereka tidak kena hack, kemungkinan besar hacker menembus software/CMS anda! maka:</p>
<ul>
<li>Masuk ke cpanel, pulihkan dari backup jika anda punya.</li>
<li>Jika tak punya backup, coba teliti file aneh (biasanya index.php atau index.html) di lokasi situs anda (document root).</li>
<li>Ada yang punya saran lain?</li>
</ul>
<p>Yang terbaik dan terpenting sebenarnya adalah pencegahan yang harus selalu kita lakukan, yaitu:</p>
<ul>
<li>Backup, backup, dan backup.</li>
<li>Uji backup anda.</li>
<li>Simpan nomer kontak dan telepon pengelola hosting. (Siapa tahu situs utama hosting Anda juga di-hack)</li>
<li>Rajin upgrade software/CMS untuk situs Anda.</li>
</ul>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.newmedia.web.id%2F2009%2F09%2Fhati-hati-hacker-selalu-mengintai-kelemahan-situs-anda%2F&amp;linkname=Hati-hati%20Hacker%20%5BSelalu%5D%20Mengintai%20Kelemahan%20Situs%20Anda"><img src="http://www.newmedia.web.id/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.newmedia.web.id/2009/09/hati-hati-hacker-selalu-mengintai-kelemahan-situs-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Konvergensi</title>
		<link>http://www.newmedia.web.id/2009/09/konvergensi/</link>
		<comments>http://www.newmedia.web.id/2009/09/konvergensi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Sep 2009 09:18:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[new media]]></category>
		<category><![CDATA[opinion]]></category>
		<category><![CDATA[konvergensi]]></category>
		<category><![CDATA[web 2.0]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.newmedia.web.id/2009/09/konvergensi/</guid>
		<description><![CDATA[Perkembangan teknologi perangkat pengaksesan internet berdampak besar terhadap distribusi media baru ini. Gartner Group Analyst dalam analisisnya menyebutkan &#8220;Ke depan, kita akan memiliki konten yang dapat diakses dimanapun, kapanpun, dan dengan perangkat apapun&#8221; [1]. Kalimat singkat ini menjelaskan dengan baik tentang tren konvergensi.
Inovasi di dalam industri teknologi informasi mendorong kecenderungan menuju konvergensi. Konvergensi bisa juga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify"><img src="http://www.newmedia.web.id/wp-content/uploads/2009/09/091909-0918-konvergensi1.jpg" alt="" align="left" />Perkembangan teknologi perangkat pengaksesan internet berdampak besar terhadap distribusi media baru ini. <em>Gartner Group Analyst</em> dalam analisisnya menyebutkan &#8220;Ke depan, kita akan memiliki konten yang dapat diakses dimanapun, kapanpun, dan dengan perangkat apapun&#8221; [1]. Kalimat singkat ini menjelaskan dengan baik tentang tren konvergensi.</p>
<p style="text-align: justify">Inovasi di dalam industri teknologi informasi mendorong kecenderungan menuju konvergensi. Konvergensi bisa juga berarti adanya kerjasama dengan berbagai pihak yang berbeda yang dulunya bekerja terpisah, kini memadukan hasil kerjanya menjadi suatu produk utuh yang mempunyai banyak layanan. Tulisan-tulisan di dalam blog ini lebih menitikberatkan pada konvergensi digital, yaitu pemaduan layanan maupun produk karena didasari pada digitalisasi media. Contoh konvergensi yang nyata misalnya adalah sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>
<div style="text-align: justify">Teknologi Protokol Internet yang dulunya dirancang untuk mengalirkan data, kini dengan infrastruktur yang sama mampu mengalirkan data, suara, dan video secara bersamaan.</div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify">Teknologi <em>smartphone</em> atau <em>Personal Digital Assistant Phone </em>(PDA phone) suatu perangkat  untuk mengerjakan atau mencatat kegiatan bisnis (daftar kontak, <em>to do</em>, catatan, aplikasi keuangan, kalender, alarm pengingat, dan lain-lain) digabungkan dengan alat telekomunikasi/telepon yang semakin hari dipadukan dengan berbagai fitur pula, misalnya: radio, perekam suara, kamera, perekam video, <em>multimedia player</em>, <em>Global Positioning System (GPS)</em>, dan <em>mobile TV player</em>.</div>
</li>
</ul>
<p style="text-align: justify"><span id="more-108"></span></p>
<p style="text-align: justify">Menurut penelitian Antje Stobbe dan Tobias Just (2006), konvergensi digital ini paling banyak mempengaruhi media percetakan klasik, industri musik dan film, serta industri periklanan [2].</p>
<p style="text-align: justify">Media percetakan klasik akan tersaingi dengan banyaknya konten online yang banyak tersedia di internet yang kian dapat diakses melalui banyak perangkat bergerak. Konten digital itu tidak hanya dapat diakses melalui komputer besar, namun juga PDA atau perangkat bergerak lainnya yang relatif kecil sehingga menggantikan peran buku atau majalah yang bisa dibaca dimanapun.</p>
<p style="text-align: justify">Industri musik dan film banyak mengalami permasalahan pelanggaran hak cipta. Dengan adanya digitalisasi konten, maka distribusi konten dan penggandaannya menjadi lebih mudah. Adanya <em>multimedia player</em> yang membuat musik dan film bisa dinikmati dimanapun dan mudah untuk saling mempertukarkan konten membuat industri musik dan film harus banyak melakukan inovasi dalam distribusi produknya sehingga tidak mudah dibajak misalnya dengan teknologi <em>Digital Rights Management</em> (DRM).</p>
<p style="text-align: justify">Industri periklanan harus segera berpikir ulang dengan adanya berbagai perangkat yang mampu memblokir iklan, misalnya alat perekam TV yang mampu mendeteksi slot iklan atau piranti penjelajah internet yang mampu meniadakan tampilan iklan. Industri periklanan perlu membuat inovasi di tengah banyaknya produk dan layanan baru yang berkembang memanfaatkan konvergensi digital ini.</p>
<p style="text-align: justify">Sebaliknya, media baru menjadi sangat berkembang dengan dukungan konvergensi digital. Media baru kini berjalan beriringan dengan konvergensi. Berbagai perangkat bergerak yang mampu melakukan akses internet secara langsung mampu pula menampilkan konten-konten digital dari media baru.</p>
<p style="text-align: justify">Tantangan bagi perkembangan konvergensi lebih lanjut adalah standarisasi. Standarisasi memungkinkan suatu konten atau aplikasi bisa dijalankan di berbagai perangkat yang menerapkan standar yang sama. Maka agar standar yang sama tersebut dapat diterapkan di banyak perangkat, perlu suatu standar yang terbuka. Standar yang terbuka mempunyai banyak keuntungan. Selain bisa diadaptasi oleh banyak perangkat, standar ini juga bisa berkembang karena berbagai pihak bisa melakukan riset dan pengembangan. <em>European Information &amp; Communications Technology Industry Association</em> (EICTA) mendefinisikan kemampuan istimewa dari dua atau lebih dari dua jaringan, sistem, perangkat, aplikasi, atau komponen untuk saling tukar informasi atau saling menjalankan layanan sebagai interoperabilitas (<em>interoperability</em>) [3].</p>
<p style="text-align: justify">Interoperabilitas memungkinkan produk konvergensi semakin cepat diterima oleh konsumen. Konsumen atau pengguna akhir tidak perlu kuatir apakah suatu konten atau aplikasi bisa dijalankan di perangkat tertentu. Konten atau aplikasi yang dibuat oleh penyedia konten dengan menerapkan standar yang telah ditentukan pasti bisa dijalankan di berbagai perangkat. Contoh konkrit model standar terbuka ini adalah program Java, suatu program yang dikembangkan oleh <em>Sun System</em> dan dapat dijalankan di hampir semua sistem operasi komputer yang banyak dipakai saat ini.</p>
<p style="text-align: justify">Media baru yang dibangun di atas teknologi internet dengan aplikasi <em>Web 2.0</em> juga memakai standar yang terbuka sehingga menawarkan interoperabilitas. Hal ini membuat media baru sebagai konten digital berkembang seiring konvergensi, begitu sebaliknya, pengguna perangkat konvergensi digital semakin meningkat dengan semakin banyaknya konten atau aplikasi menarik yang bisa diakses melalui perangkat tersebut.</p>
<p style="margin-left: 22pt">[1] Van Baker of Gartner Group, Television’s Next Big Shift, The Economist, 9 Maret, 2006</p>
<p style="margin-left: 22pt">[2] Antje Stobbe dan Tobias Just, &#8220;IT, Telecoms, and New Media: The Dawn of Technological Convergence&#8221;, Deutsche Bank Research, Frankfurt, Germany, 2006</p>
<p style="margin-left: 22pt">[3] Magretta, Joan, Why Business Models Matter, Harvard Business Review, May 2002</p>
<p>Picture ref: <a href="http://www.telemak.info/2008/04/convergence-of-market-space-reality.html">http://www.telemak.info/2008/04/convergence-of-market-space-reality.html</a></p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.newmedia.web.id%2F2009%2F09%2Fkonvergensi%2F&amp;linkname=Konvergensi"><img src="http://www.newmedia.web.id/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.newmedia.web.id/2009/09/konvergensi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Smsgupshup Kalahkan Twitter di India</title>
		<link>http://www.newmedia.web.id/2009/05/smsgupshup-kalahkan-twitter-di-india/</link>
		<comments>http://www.newmedia.web.id/2009/05/smsgupshup-kalahkan-twitter-di-india/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 May 2009 09:20:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[aplikasi internet]]></category>
		<category><![CDATA[knowledge management]]></category>
		<category><![CDATA[opinion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.newmedia.web.id/?p=98</guid>
		<description><![CDATA[Pengguna internet di Indonesia tentu telah banyak yang tahu Twitter, sebuah layanan yang dikategorikan micro-blogging, semacam blog dengan hanya maksimum 140 kata. Kesederhanaan layanan ini ternyata disuka banyak orang, maka tak banyak yang mengira akan sesukses sekarang ini.
Tentang microblogging lebih lengkap bisa dibaca disini . Di Indonesia microblogging lebih banyak didominasi plurk, yang dilengkapi visual [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_99" class="wp-caption alignleft" style="width: 208px"><img class="size-full wp-image-99" title="smsgupshup" src="http://www.newmedia.web.id/wp-content/uploads/2009/05/smsgupshup.png" alt="smsgupshup" width="198" height="54" /><p class="wp-caption-text">smsgupshup</p></div>
<p>Pengguna internet di Indonesia tentu telah banyak yang tahu <a href="http://www.twitter.com" target="_blank">Twitter</a>, sebuah layanan yang dikategorikan micro-blogging, semacam blog dengan hanya maksimum 140 kata. Kesederhanaan layanan ini ternyata disuka banyak orang, maka tak banyak yang mengira akan sesukses sekarang ini.</p>
<p>Tentang microblogging lebih lengkap bisa dibaca <a href="http://netsains.com/2009/05/mikroblogging-alternatif-khusus-untuk-blog-sangat-singkat/" target="_blank">disini</a> . Di Indonesia microblogging lebih banyak didominasi <a href="http://www.plurk.com" target="_blank">plurk</a>, yang dilengkapi visual yang lebih menarik. Namun lambat tapi pasti Twitter <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2009/05/12/popularitas-twitter-di-indonesia/" target="_blank">mengejar ketinggalan</a> dominasi Plurk ini di Indonesia. Pelajaran I: kesederhanaan ternyata lebih banyak disukai pengguna mikroblogging.<br />
<span id="more-98"></span></p>
<p>Menyadari peluang layanan semacam ini, microblogging lokal pun bermunculan, sebut saja: <a href="http://koprol.com" target="_blank">koprol.com</a> , <a href="http://kronologger.com" target="_blank">kronologger.com</a> , <a href="http://ngecap.detik.com" target="_blank">ngecap.detik.com</a>, <a href="http://moodmill.com" target="_blank">moodmill.com</a>, dan <a href="http://ngeshout.com" target="_blank">ngeshout.com</a>. Namun terlihat mulai dari twitter hingga plurk, bahkan yang lokal pun belum begitu jelas model bisnisnya.</p>
<p>Untuk meramaikan dunia micro-blogging, kita perlu belajar banyak dari <a href="http://www.smsgupshup.com" target="_blank">www.smsgupshup.com</a>, layanan microblogging di India yang di negara asalnya tersebut bisa mengalahkan twitter, bahkan tiga bulan terakhir ini sudah sanggup menghasilkan pemasukan US$150.000/bulan.<br />
Smsgupshup berhasil mendapatkan anggota sekitar 20 juta pengguna! Semua layanannya berbasis sms, setelah mendaftar anggota tak perlu melongok situsnya, cukup mengikuti berbagai jenis layanannya via sms. Kemudahan dan kepraktisan ini yang dinilai sebagai faktor keberhasilan smsgupshup. <a href="http://www.techcrunch.com/2009/05/04/smsgupshup-indias-twitter-grows-to-20-million-users-150000month-revenue/" target="_blank">Angka pengguna</a> itu cukup fantastis, tetapi masih punya peluang meningkat mengingat India yang pengguna ponselnya hingga 400 juta. Pelajaran II: sesuaikan model bisnis dengan keadaan sasaran pengguna terbanyak.</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.newmedia.web.id%2F2009%2F05%2Fsmsgupshup-kalahkan-twitter-di-india%2F&amp;linkname=Smsgupshup%20Kalahkan%20Twitter%20di%20India"><img src="http://www.newmedia.web.id/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.newmedia.web.id/2009/05/smsgupshup-kalahkan-twitter-di-india/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Media Baru dan Media Sosial: Pengaruh Aplikasi Web 2.0</title>
		<link>http://www.newmedia.web.id/2009/04/media-baru-dan-media-sosial-pengaruh-aplikasi-web-20/</link>
		<comments>http://www.newmedia.web.id/2009/04/media-baru-dan-media-sosial-pengaruh-aplikasi-web-20/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Apr 2009 04:37:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[new media]]></category>
		<category><![CDATA[web 2.0]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.newmedia.web.id/?p=95</guid>
		<description><![CDATA[ 
Kemunculan aplikasi www di internet pada awalnya dianggap kemunculan suatu media jenis baru. Hal itu didorong oleh kekuatan teknologi internet yang dapat menembus batas geografis, dimana orang dapat mengakses internet, maka ia pun dapat melihat halaman yang disajikan di www. Halaman yang tercetak di kertas diubah menjadi bentuk digital sehingga bisa dikirimkan ke segenap perangkat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> </p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-91" title="blog-networking_s" src="http://www.newmedia.web.id/wp-content/uploads/2009/04/blog-networking_s.jpg" alt="blog-networking_s" width="245" height="163" />Kemunculan aplikasi www di internet pada awalnya dianggap kemunculan suatu media jenis baru. Hal itu didorong oleh kekuatan teknologi internet yang dapat menembus batas geografis, dimana orang dapat mengakses internet, maka ia pun dapat melihat halaman yang disajikan di www. Halaman yang tercetak di kertas diubah menjadi bentuk digital sehingga bisa dikirimkan ke segenap perangkat penjelajah internet. </p>
<p> </p>
<p>Dengan munculnya aplikasi lain yang memanfaatkan internet, yaitu mesin pencari, media baru juga menjanjikan pengarsipan yang memudahkan orang mencari berita atau artikel yang sudah lama ditampilkan. Kedua hal ini, akses global, pengarsipan, dan kemudahan pencarian menjadi keunggulan media baru.</p>
<p><span id="more-95"></span></p>
<p>Keunggulan lain yang membuat internet semakin banyak dipilih adalah susahnya kontrol dari pemerintah. Awal kehadiran internet, undang-undang mengenai penerbitan digital belum ada. Maka kebebasan berekspresi dan mengeluarkan pendapat begitu bebas bagaikan tanpa batas. Media di internet menawarkan alternatif tanpa sensor dimana orang dapat lebih bebas mengungkapkan pendapatnya. Keadaan seperti ini oleh sebagian orang atau institusi dipakai untuk menawarkan pemikiran yang berseberangan dengan peraturan pemerintah. Hal ini memunculkan permasalahan di bidang hukum yang segera direspon oleh pemerintahan dengan munculnya undang-undang yang mengatur permasalahan terkait teknologi digital. Kemunculan undang-undang mengenai informasi secara elektronik (digital) juga baru disahkan di Indonesia tahun ini, melalui Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Masalah hukum pada dunia internet ini juga berdampak luas pada kejahatan melalui internet dan perlindungan hak cipta.</p>
<p> </p>
<p>Internet sebagai media baru seperti tersebut di atas awalnya memang hanya digunakan untuk memindahkan edisi cetak menjadi edisi online supaya lebih mudah dibaca oleh lebih banyak orang, distribusi semakin mudah, dan tentu menghemat biaya cetak dan distribusi. Namun munculnya aplikasi Web 2.0 menyadarkan semakin banyak praktisi media dan internet akan keunggulan lain media baru ini. Media ini menjadi baru bukan hanya karena kemudahan distribusi, pengarsipan, dan murah, tetapi lebih karena kemampuan mengirimkan konten multimedia dan kemudahan interaksi antara pembaca dan penulis.</p>
<p>Dalam penelitiannya, FAD Research, sebuah lembaga riset media di Kanada, menuliskan bahwa interaktifitas ini mengijinkan pengguna (pembaca) dapat melakukan banyak kontrol terhadap konten yang ditampilkan. Interaktifitas inilah yang benar-benar membedakan fitur media baru dengan media lama *).</p>
<p>Sistem baru dengan adanya media baru yang mengusung interaktifitas tidak hanya membuat pembaca dapat memberikan komentar terhadap artikel yang diterbitkan, lebih dari itu bahkan mereka dimampukan untuk menulis sendiri artikel untuk ditayangkan media tersebut. Sistem inilah yang kemudian dikenal dengan user generated content atau konten yang dibuat oleh pengguna. Media sebagai penerbit menayangkan artikel yang sudah diedit oleh tim redaksi, ada pula media yang secara ekstrim menampilkan semua artikel apa adanya, tim redaksi hanya menjadi pengatur penayangan artikel tersebut.</p>
<p> </p>
<p>Media Sosial adalah ketika aplikasi Web 2.0 digunakan suatu situs untuk membentuk jejaring antarteman, biasa disebut juga situs pertemanan. Dalam suatu media sosial, anggota komunitas suatu situs tidak hanya sekadar dapat menanggapi konten atau mengirimkan konten, melainkan juga membangun relasi antar-anggota. </p>
<p> </p>
<p>*) FAD Research, Changing Media, Changing Roles: New Media Comes of Ages, FAD Research, Canada, 2006</p>
<p> </p>
<p>image from: blog.imedexchange.com</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.newmedia.web.id%2F2009%2F04%2Fmedia-baru-dan-media-sosial-pengaruh-aplikasi-web-20%2F&amp;linkname=Media%20Baru%20dan%20Media%20Sosial%3A%20Pengaruh%20Aplikasi%20Web%202.0"><img src="http://www.newmedia.web.id/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.newmedia.web.id/2009/04/media-baru-dan-media-sosial-pengaruh-aplikasi-web-20/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Medpedia: Ketika Pengetahuan Kesehatan Dikelola</title>
		<link>http://www.newmedia.web.id/2009/02/medpedia-ketika-pengetahuan-kesehatan-dikelola/</link>
		<comments>http://www.newmedia.web.id/2009/02/medpedia-ketika-pengetahuan-kesehatan-dikelola/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Feb 2009 09:54:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[aplikasi internet]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[knowledge management]]></category>
		<category><![CDATA[new media]]></category>
		<category><![CDATA[medpedia]]></category>
		<category><![CDATA[newmedia]]></category>
		<category><![CDATA[wikipedia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.newmedia.web.id/?p=86</guid>
		<description><![CDATA[ 
Era media baru mendorong berbagai pengetahuan untuk dikumpulkan, dikelola, dan dibagikan dengan lebih baik. Medpedia merupakan wadah kolaborasi dan berbagi pengetahuan. Ini lagi-lagi contoh nyata bagaimana pengelolaan pengetahuan (knowlegde management) menjadi kekuatan yang berlipat bagi (kuantitas dan kualitas) pengetahuan itu sendiri.
Medpedia yang menggunakan platform manajemen konten layaknya wikipedia ini terlihat sederhana namun dibalik itu didukung oleh segudang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> </p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-87" title="medpedia_hi-res_logo" src="http://www.newmedia.web.id/wp-content/uploads/2009/02/medpedia_hi-res_logo.png" alt="medpedia_hi-res_logo" width="230" height="259" />Era media baru mendorong berbagai pengetahuan untuk dikumpulkan, dikelola, dan dibagikan dengan lebih baik. <a href="http://www.medpedia.com" target="_blank">Medpedia</a> merupakan wadah kolaborasi dan berbagi pengetahuan. Ini lagi-lagi contoh nyata bagaimana pengelolaan pengetahuan (knowlegde management) menjadi kekuatan yang berlipat bagi (kuantitas dan kualitas) pengetahuan itu sendiri.</p>
<p>Medpedia yang menggunakan platform manajemen konten layaknya <a href="http://www.wikipedia.org" target="_blank">wikipedia</a> ini terlihat sederhana namun dibalik itu didukung oleh segudang profesional di bidang kesehatan dan berbagai fakultas kedokteran dari universitas terkemuka dunia (Harvard Medical School, Stanford School of Medicine, Berkeley School of Public Health, University of Michigan Medical School). Maka tak perlu diragukan lagi nilai pengetahuannya.</p>
<p><span id="more-86"></span></p>
<p><img class="alignright size-full wp-image-88" title="aboutmedpedia" src="http://www.newmedia.web.id/wp-content/uploads/2009/02/aboutmedpedia.png" alt="aboutmedpedia" width="369" height="206" />Cara kerjanya mirip Wikipedia yaitu ada editor khusus dan semua anggota bisa melakukan saran perubahan. Kelebihan Medpedia dengan spesifikasi khusus kesehatan dan editor dari para profesional dan pakar di bidang tersebut, kualitas isi dan kesahihannya patut lebih dipercaya. Medpedia juga menyediakan komunitas berjejaring khusus untuk yang bergerak dan berminat di bidang kesehatan. </p>
<p>Bagaimana lisensinya? Syukur, mirip dengan wikipedia, yaitu memakai <a href="http://www.gnu.org/copyleft/fdl.html" target="_blank">GNU Free Documentation License</a> (GFDL) jika tidak disebutkan lain. Mudahnya, informasi tersebut bisa digunakan tanpa biaya. Layanan yang baru versi 1.0 dan tertulis masih beta ini diluncurkan pada 17 Februari 2009. </p>
<p>Sayang, Medpedia belum menyediakan bahasa lain selain Inggris, atau ini bisa menjadi peluang buat kita di Indonesia? Pasti tak ketinggalan penyakit dan istilah khas kesehatan di Indonesia: masuk angin, kerokan, bekam, angin duduk, panas dalam, atau jangan-jangan ponari sweat masuk juga disini&#8230;</p>
<div><img class="alignnone size-full wp-image-89" title="medpedia" src="http://www.newmedia.web.id/wp-content/uploads/2009/02/medpedia.jpg" alt="medpedia" width="968" height="652" /></div>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.newmedia.web.id%2F2009%2F02%2Fmedpedia-ketika-pengetahuan-kesehatan-dikelola%2F&amp;linkname=Medpedia%3A%20Ketika%20Pengetahuan%20Kesehatan%20Dikelola"><img src="http://www.newmedia.web.id/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.newmedia.web.id/2009/02/medpedia-ketika-pengetahuan-kesehatan-dikelola/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
